Polres Blitar Gelar Sosialisasi Tentang Pencegahan Kenakalan Anak Diusia Dini

indonesiasatu, 24 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Blitar - Untuk mencegah meningkatnya kenakalan anak usia dini dan pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar, Polres Blitar gelar kegiatan sosialisasi. Kegiatan ini berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Blitar dengan tema "Sosialisi Pencegahan Kenakalan Anak Usia Dini", Sabtu (21/12/2019) 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Blitar, Kepala Sekolah MIN 4 Blitar, Kasubagkum Polres Blitar, Kapolsek Gandusari,  Kades Ngaringan, Komite dan Wali murid MIN 4 Blitar, serta perwakilan dari Info Cegatan Blitar (ICB) Wilayah Gandusari.

Kapolres Blitar, AKPB Budi Hermanto, SIK., M.Si selaku narasumber menyampaikan pentingnya  ketertiban berlalu lintas di jalan raya, dimana selain demi kelancaran arus lalu lintas yang paling penting adalah untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

"Untuk itu wajib bagi kita semua memahami, menaati marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas serta undang-undang lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan pengendara di jalan raya," ujar Kapolres. 

Sementara itu Kasubagkum Polres Blitar, Iptu Supriadi, SH, dalam pemaparanya menjelaskan tentang keselamatan di jalan raya dan keharusan pendidik yang harus  ramah anak, selain itu harus tahu cara mengatasi anak ketika berhadapan dengan hukum.

Menurut Supriadi, selama ini kenakalan pada anak sering kali menyebabkan terjadinya anak berhadapan dengan hukum, meskipun perlakuan dan proses hukum yang diperlakukan tidak sama dengan orang dewasa. Namun bukan berarti anak tersebut lepas dari permasalahan hukum.

“Proses yang dilakukan adalah dimulai dari mengembalikan si anak kepada orang tua hingga proses persidangan dan menjebloskan anak ke lembaga pemasyarakatan anak sebagai bentuk rehabilitasi anak untuk dikembalikan lagi ke masyarakat," paparnya.

Kasubagkum menambahkan, bahwa kerapnya kasus kriminalitas pada anak disebabkan pengawasan oleh orang tua dan pendidik yang kurang memahami kondisi gangguan psykologis anak ketika di lingkungan sekolah dan rumah.

"Anak sering kali mengalami perlakuan Bullying namun tidak pernah termonitor oleh pihak guru sehingga ketika anak tersebut melakukan perlawanan, maka anak tersebut bisa melakukan kegiatan yang melanggar hukum," tandasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi ini disampaikan pula tentang beberapa undang–undang untuk pendidik yang ramah anak diantaranya : (1). UU No. 35/2014 Tentang perubahan atas UU No 32/2002 Tentang Perlindungan anak. (2) . UU No. 11/2012 tentang SPPA dan (3) . PP RI No. 19 Th 2017 tentang  Perubahan atas PP No 74 tahun 2008 Tentang Guru.

Dalam sesi tanya jawab, pertanyaan disampaikan oleh, Rini selaku wali murid yang menanyakan bagaimana cara membatasi anak dalam menggunakan HP pada saat hari libur sekolah?.

Menurut Kanit PPA Satreskrim Polres Blitar, Ipda Linartiwi, SH, bahwa orang tua wajib memberi anak dengan kegiatan positif yang lain untuk bisa melupakan keinginannya memegang HP misalnya dengan kegiatan out door kecil-kecilan di sekitar rumah, kegiatan bercocok tanam dan lain-lain.

"Namun demikian yang paling penting adalah tetap mengontrol si anak dengan membatasi dan mengawasi penggunaan HP supaya tindakan yang mengarah ke kasus kesusilaan bisa termonitor," jelas Ipda Linartiwi, SH.

Gelaran acara ini diakhiri dengan penyerahan buku panduan dalam tertib berlalu-lintas dari Dikyasa Satlantas Polres Blitar kepada perwakilan MIN 4 Blitar, Guru, Walimurid & ICB.(BM/T0N)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu